Selasa, 20 September 2011
Orang Terakhir 5
Sudah seminggu aku berada dirumah sakit dan Senja selalu menjengukku . Semenjak aku diantarnya ke rumah sakit yang berujung dengan disuruh opname lusanya , Senja tak sedikit pun tak menemaniku . Seperti malam ini , dia sudah berada disamping tempat tidurku . Ada yang harus kukatakan saat ini , kalau tidak entah kapan aku bisa mengatakannya .
"Kamu gak apa-apa?" , tanyanya saat aku terbatuk cukup keras . Aku menggeleng dan tertawa lirih .
"Kamu gak cocok pasang tampang cemas kayak gitu!" , ucapku yang membuatnya menjitak keningku halus . Aku lalu meraih tangannya dan menggenggamnya membuatnya tampak salang tingkah .
"Kamu juga gak pantas salting kayak gini!" , godaku .
"Aku mau ngucapin terima kasih padamu karena menemaniku selama ini!" .
"Karena membawaku ke tempat terindah itu untuk melihat senja dan Senja....." , aku menghela nafas berat .
"Ren , jangan ngomong dulu deh , tampangmu tambah pucat dan jadi jelek , bikin aku males liatnya!" , Senja mencegahku melanjutkan bicaraku .
"Aku gak apa-apa kok!" , ujarku .
"Gak , kamu gak oke!" , bantahnya .
"Aku harus ngomong Sen!Aku harus bilang terimakasih , karena kamu udah bikin aku gak ngerasa jadi orang terakhir!" .
"Orang terakhir?" , tanyanya bingung .
"Orang terakhir adalah orang yang diingat saat kamu sedih atau susah saja , tapi saat kamu bahagia kamu pasti akan melupakannya!Maksudku itu!" , Senja manggut-manggut mendengarkan penjelasanku .
"aku sering merasakan itu tapi karenamu aku sudah lupa akn itu!Thanks Senja!Makasih , karena membahagiakanku!" .
"Iya..iya , muka kamu tambah pucat tauk!Udah tidur aja!" , dia menutup mulutku untuk mencegahku bicara lagi . Aku mengangguk pasrah . Setidaknya sudah kukatakan .
"Tidurlah Rena!" , dia mencium tanganku yang menggenggamnya .
"Berbahagialah Senja!" , ucapku lirih sambil tersenyum lalu menutup mata .
------------
Mimpiku sudah sampai pada batasnya . Mimpi akan lorong putih itu yang sering datang belakangan ini . Aku sudah menemukan ujungnya , sebuah padang rumput hijau yang luas dan indah . Seorang wanita yang tampak cantik dan lembut menyambutku . Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya padaku .
"Selamat datang!" , sapanya dan aku mengangguk lalu mengikuti tuntunannya .
---------
Senja tersenyum pada Rena yang tampak tertidur pulas sambil tersenyum , sebutir airmata mengalir di pipinya .
"Tidurlah Ren!Mimpi yang indah!Berbahagialah disana!Kamu gak akan pernah jadi orang terakhir bagiku!" .
Dirapikannya tempat tidur Rena , ditangkupkannya kedua tangan Rena diatas perutnya , dirapikannya rambut Rena yang tampak sedikit berantakan . LAlu perlahan dia membungkuk dan mencium pipi Rena lembut . Senja melihat Satria dan Keke yang berdiri di pintu kamar lalu tersenyum pada mereka .
"Rena udah tidur pulas!Moga mimpinya indah , dan moga dia tahu bahwa dia gak pernah jadi orang terakhir seperti yang selalu dia rasakan selama ini!" , ucap Senja . Satria tampak terpukul sedangkan Keke sudah menangis sesenggukan sambil berjalan menghampiri tempat tidur .
-dinar-200911-
Kamis, 15 September 2011
Orang Terakhir 4
"Ini...." , aku terpaku akan pemandangan di depanku . Senja membawaku ke sebuah atap bangunan tua di dekat kampus .
"Aku sering kemari kalau lagi sedih , atau ingin melarikan diri dari banyak hal!" , ucapnya .
Pemandangan senja hari ini tampak indah dimataku . Gradasi warna di langit sana tampak seperti bentangan kain panjang yang tak ada habisnya . Indah dan tak terbatas . Senja menepuk pundakku dan menunjukkan sebuah bangku kursi panjang yang ada disitu . Aku dan dia lalu bersama-sama menuju kursi itu dan duduk bersisian . Tak banyak yang kami bicarakan , kami malah asyik memandangi langit senja dari situ .
"hei , itu awannya kayak bunga ya!" , serunya tiba-tiba . Aku memandang awan yang ditunjuknya dan tersenyum .
"Yang itu malah kayak rumah!" , tunjukku balik .
"weee.....rumah darimana!" .
"Jeeeee.....itu ada segitiga atapnya terus kotak gitu!" .
"Ah...daya khayalmu berlebihan!" .
Kami lalu berdebat tentang banyak bentuk awan yang kami tunjuk , Senja sering kali membantah semua hal yang kukatakan mirip awan yang kutunjuk . Hingga tak terasa , awan-awan itu tampak menggelap dan tampak bertabur bingtang .
"Kamu kalah , awan yang barusan memang mirip ice cream tauk!" , ucapku sewot yang lalu membuatnya tertawa . Aku mendelik kesal padanya .
"Aku lebih baik melihatmu seperti ini daripada kamu murung kayak tadi!" , kata-katanya barusan membuatku teringat akan hasil pemeriksaan Andre tadi siang dan entah apa yang merasuki pikiranku namun tiba-tiba saja aku sudah menumpahkan semua yang ada dipikiranku , semuanya . Tentang Satria , tentang sakitku . Ya sakitku .
Senja mentapku tak percaya lalu segera menarikku pergi dari situ .
"Mau kemana lagi?" , tanyaku panik karena wajah datarnya itu .
"Ke rumah sakit!Kita coba opsi dokter yang lain!" , jawabnya .
"Gak perlu...gak perlu..." , teriakku .
"Udaaaahhhhh...ikut aja!" .
Senja terus menarikku dan menaikkanku ke motornya lalu membawaku pergi .
Selasa, 13 September 2011
coretan orang terakhir
Baru tersadar saat dia menghilang.....
Baru teringat saat dia telah pergi...
Dan kehilangannya dengan sangat....
Dia yang selalu disisimu....
Menyemangatimu....mendukungmu....
Dia yang setia mendampingimu....
Disaat jatuh dan terpuruk....
Dan dia yang selalu tersenyum untukmu di sudut sana....
Saat melihatmu tertawa bahagia...tanpa mengingatnya....
Dia tak butuh pengakuan....
Dia tak harapkan balasan....
Karena dia tulus....
Karena bagi dia hanya itu yang bisa dilakukannya....
Mencintaimu...tulus.....
Hanya itu....
-dinar-130811-
Jumat, 09 September 2011
Orang Terakhir 03
Senja menurunkanku tepat di depan Satria yang langsung terkejut melihat bagaimana cara Senja membawaku . Aku tersenyum masam pada Satria .
"Hei!" , sapanya .
"Hei!" , balasku canggung .
"Lama gak ngeliat kamu!" , ucap Satria membuatku mengangguk pelan . Bagaimana aku bisa melihatmu kalau tiap kali melihatmu yang ada hanya rasa sakit hati , batinku .
'Haiiiissss...apa ini!" , ucap Senja membuatku terkejut . Aku memandanginya yang membuka dompet dan mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dan mengulurkannya pada Satria .
"Nih , aku bayar utangnya dia ke kamu!" , aku melongo mendengar kata-kata Senja itu . Dia memang benar-benar gila!
"Ikut aku!" , aku memegang tangannya dan menariknya berlalu dari hadapan Satria .
"Bye Sat!" , pamitku .
Senja bingung tapi tetap mengikutiku . Setibanya diparkiran kampus aku menatapnya tajam .
"Gak usah ikut campur masalahku lagi!!!!!" , bentakku .
"Aku gak butuh bantuanmu!" .
"Lho , aku cuma mau berbaik hati , habisnya kamu selalu menghindar tiap kali ngeliat dia , apalagi kalau bukan kamu punya utang ke dia?' ,ucapnya dengan tampang polos .
"Kamu gila ya?" , aku keheranan mendengar pembelaannya , bisa-bisanya dia mengira aku memiliki hutang pada Satria , aku menggeleng putus asa .
"Thanks buat perhatianmu , tapi aku gak punya utang apa pun ke Satria , jadi jangan salah menilai lagi!" , aku lalu memutuskan untuk pergi dan berlalu dari hadapannya , pulang ke kos akan sangat mendamaikan hati . Pulang ke tempat bahagiaku .
"Hai!" , sapanya di pelataran kampus , membuatku langsung membuang muka dan mempercepat jalanku menghindar darinya. Hari ini aku lagi tak ingin menghadapi hal lainnya . Kata-kata Andre beberapa jam yang lalu membuatku melangkah gontai dalam perjalanan pulang .
"Hei!"" , dia mencekal lenganku menghentikan langkahku .
"Apa sih!" , ujarku ketus .
"Ikut aku!" , dia lalu menarikku dari situ .
"Eh...." .
-bersambung-
Selasa, 23 Agustus 2011
Orang Terakhir 2
Sudah seminggu ini aku menghindari Satria , kami seperti bermain petak umpet . Tiap kali dia melihatku , aku langsung meghilang sebelum dia sempat mengejarku . Telepon darinya tak pernah kuangkat , sms-nya pun hanya kubalas dengan kata sibuk . Sebenarnya aku sangat tak menyukai hal ini , kekanakan sekali , tapi aku memang benar-benar tidak sanggup menemuinya sementara ini .
Aku berlari kecil menyususri koridor kampus saat ini , dibelakangku Satria mengejarku sambil memanggil namaku . Tiba-tiba seseorang menarik tanganku masuk ke kelas kosong sambil membekap mulutku saat aku akan berteriak .
"Ssssstttt....kamu mau sembunyi dari dia kan?" , tanyanya dan saat itulah aku baru melihatnya . Senja . Aku mengangguk menjawab pertanyaannya . Dia lalu melepaskan bekapannya dari mulutku . Satria berlari melewati ruangan itu dan aku langsung menghela nafas melihatnya .
"Seru banget kalian , aku boleh ikut main gak?" , tanyanya membuatku mendelik kesal . Senja , ya Senja...siapa yang tidak tahu dia . Berandalan kampus yang banyak membuat onar karena kenakalannya dan banyak membuat cewek-cewek gila karena ketampananya .
"Gak usah ikut campur!" , jawabku ketus dan aku segera berjalan keluar dari kelas itu , pulang .
**
"Sembunyi lagi?" , tanya seseorang yang membuatku terjungkal dari jongkokku karena terkejut . Aku tak menyadari seseorang yang ikut jongkok disampingku . Kulihat Senja disana tersenyum jahil padaku . Bagaimana bisa dia ada disini , pikirku . Aku segera bangkit setelah Satria tak tampak lagi dari pandanganku .
"Kenapa mesti sembunyi sih?Kamu ada utang ya ke dia?" . Aku mendelik kesal padanya dan bergegas berlalu dari hadapannya , tapi dia malah mencekalku .
"Eh , mau ngapain kamu?" , aku menatapnya tajam saat itu .
"Bantuin kamu,bayar utang ke dia!" , lalu ditariknya aku kearah dimana aku terakhit melihat Satria tadi . Aku berontak tapi tak sanggup melepaskan cekalan tangannya di tanganku .
"Lepasin!Lepasin!Lepasin!!" , teriakku .
"Udah tenang aja!" , aku semakin panik mendengar jawabannya itu dan semakin keras memberontak . Tiba-tiba dia berbalik menatapku dan aku pun terkejut melihatnya , lalu tanpa kusangka-sangka dia meraih dan membopongku segera . Aku shock hingga tak tahu harus berkata apa . Tapi begitu tersadar....
"Senjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......................" .
dinar-030911-
-bersambung-
Senin, 22 Agustus 2011
Orang Terakhir 1
Pernah merasa sangat kesepian di dunia ini? Pernah merasa ditempat yang sangat ramai tapi sama sekali sunyi? Pasti pernah , aku yakin itu . Karena aku juga pernah merasakan dan mengalaminya selama hidupku ini .
"Rena!" , panggil Satria yang langsung mengambil tempat duduk di depanku . Aku tersadar dari lamunanku dan tersenyum padanya .
"Apa?" , tanyaku padanya yang tampak menyembunyikan sesuatu yang membuatnya bahagia .
"Tebak dong!" . aku mengerutkan kening sejenak , pura-pura berpikir . Sejujurnya aku sudah tahu apa yang membuatnya tampak bahagia seperti itu , tapi kalau aku menebaknya dengan benar , aku takkan bisa menunjukkan ekspresi terkejut yang sudah dua hari ini aku persiapkan .
"Gak tau aku Sat!" , ucapku sambil menggeleng , dan ketidak tahuanku menambah lebar senyumnya .
"Aku......jadian....ma Keke...." , ucapnya sambil menekan tiap kata itu , dan seperti yang sudah aku persiapkan , aku pun langsung memasang muka ' OMG MASAK SIH ' , yang sudah kupersiapkan dari kemarin . Satria meraih tanganku dan menggenggamnya erat sambil mengatakan terima kasih berulang kali .
"Ya...ya...lalu buat apa terima kasih itu?Aku gak membantu kamu sama sekali!" , senyumku .
"Gak bantu gimana , kamu udah banyak banget bantu aku tau Ren!" , binar mata itu membuatku melupakan laraku . Ya , aku memang mencintai sahabatku yang satu ini , sahabatku dari awal masuk kuliah , sahabat seperjuanganku dari saat ospek . Keke muncul di belakang Satria dan menepuk pundaknya halus sambil tersenyum padaku . Aku membalas senyumnya .
"Liat nih , sahabatku jadi gila gini gara-gara kamu!" , omelku .
"Enak aja!" , Satria langsung melepaskan genggaman tangannya dan berdiri disamping Keke . Ada rasa tak rela saat itu , tapi segera kutepis dan menatap mereka berdua sambil tersenyum selebar mungkin .
"Jagain satria Ke , kali ini kamu yang ketiban sial , aku mau pensiun dulu!" , ucapku yang membuat Keke tertawa kecil sambil mengangguk . Melihat tawanya tadi , aku jadi bisa mengerti mengapa Satria sangat tergila-gila padanya . Aku meraih tasku dan berdiri .
"Mau kemana Ren?Kita mau traktir kamu lho!" , Satria menatapku memohon .
"Pulang ke kos tauk , aku ada tugas dari Pak Heri , deadline besok!Udah kalian aja yang makan sana!" .
"Ntar kalo aku ada waktu baru kutagih traktirannya!" , Satria berdecak dan melotot padaku .
"Dasar perhitungan gak mau rugi!" , celetuknya sinis membuatku menjulurkan lidahku mengejeknya .
"Ke , aku balik ya!Kalo dia kambuh , buang aja ke sumur!" , pamitku pada Keke dan segera berlalu dari hadapan mereka . Kalau aku berada disana 5 menit lagi , aku pasti sudah tak sanggup bersandiwara dengan sangat baik . Kali ini aku merasa bersyukur mendapat tugas dari Pak Heri dosenku karena tugas itu mampu menyelamatkanku dari pasangan kekasih yang paling membuatku sakit hati di dunia ini .
Aku melemparkan tasku sembarangan begitu memasuki kamarku dan begitu menutup pintu , airmataku pun langsung tumpah tanpa bisa kutahan lagi . Aku menangis sejadi-jadinya dan semua kenangan kami berdua berputar di kepalaku . Aku harus menghapusnya , aku harus mengikhlaskannya , karena aku hanya ingin sahabatku bahagia . Aku hanya ingin orang yang kucintai bahagia .
Tuhan , kalau memang ini jalanku , maka mudahkanlah aku melupakannya , doaku saat itu
- bersambung -
-dinar-220811-
Senin, 18 Juli 2011
Cinta Hujan 05 -akhir-
"Karena cuma rentang waktu satu windu gue bisa menemui lo lagi!" .
"Hah?" , aku semakin bingung mendengar kata-katanya .
"Karena gue adalah Windu Satria sang pangeran hujan!" .
"Kita ketemu waktu lo masih kecil!Waktu gue ditugasin pertama kalianya untuk turun ke bumi!" , terangnya tanpa memberiku waktu berpikir .
"Pas gue turun , lo lagi nangis karena jatuh dari sepeda , dan lo gak jadi nangis karena gue turun membasahi bumi!" .
"Gue inget kata-kata lo..."
"Aku cinta hujan..." , sambungku . Aku memang sangat mencintai hujan , karena tak tahu kenapa , saat aku sedang menangis atau bersedih , hujan selalu turun dan seolah-olah menggantikan tangisku .
"Tapi semua ini?" , aku masih tak percaya dengan semuanya .
"Semuanya adalah jalan yang telah aku persiapkan untukmu!Sejak awal , di pesawat , Ken , dan pertemuan kita hari ini!Karena aku ingin bertemu denganmu sekali saja" .
"Semua itu tak nyata , setelah aku pergi , kamu akan melupakanku dan kamu akan kembali ke hidupmu di Malang!" . Aku menggelengkan kepalaku , pening .
Dia menyentuh wajahku lembut , dan tersenyum .
"Setiap satu windu berlalu aku akan melihatmu lebih dekat , tapi aku takkan pernah merekayasa hidupmu lagi , karena aku lebih suka saat kamu tersenyum!Maaf membuatmu jatuh cinta padaku!" , ucapnya sambil mengusap airmataku .
"Aku akan selalu didekatmu!" , ucapnya lirih dan tiba-tiba Windu pecah menjadi butiran-butiran air dan hujan turun dengan derasnya dalam butiran halusnya . Aku menatapnya , merangkaikan semuanya dan masih tak percaya karena dia pergi begitu saja dari hadapanku . Hingga setelah tertegun beberapa saat aku baru tersadar dan aku menghampiri tebing didekat kursi dan memandang lautan luas di depan yang perlahan mengabur . Aku memandang berkeliling dan melihat bangunan hotel ikut memudar dan mulai menangis sambil kembali memandang lautan luas di depan .
"Windu , aku akan selalu cinta hujan!Karena dia adalah kamu!Aku gak akan nangis sering-sering, tapi kamu tetap harus turun sering-sering!Walau aku mungkin gak mengingatmu , tapi kamu harus tetap mengingatku!" , aku berteriak di pinggir tebing dengan laut sebagai saksi dan kemudian aku tak mengingat apa-apa lagi .
"Heh , bengong mulu!" , ujar adikku . Aku tergagap dan mengalihkan pandanganku dari jendela kamar kos miliknya .
"Aku barusan tidur Ding?" , tanyaku bingung .
"Tidur dari hongkong , mata melek gitu!" , ucapnya sambil memberikan lalapan ayam untuk makan siangku . Aku mengalihkan pandangan ke jendela lagi , menikmati hujan yang turun .
"Aku kayak ngerasa ketiduran trus mimpi , tapi gak inget deh mimpi apa!" , gumamku .
"Kamu terlalu banyak ngayal na!Udah makan dulu , ntar keburu si Windu ilang!" .
"Hah?" , tanyaku sambil menatap adikku .
"APA?" , tanya Gading balik .
"Kamu bilang Windu?" .
"Jiaaaaahhhhhh...aku gak ngomongg apa-apa!" , ucap Gading sewot . Aku kebingungan , karena aku merasa mendengarnya bicara tentang seseorang bernama Windu , yang namanya seakan tak asing lagi di telingaku .
"Udahh...makan-makan , tumben susah banget mau makan!" , omel adikku . Aku kembali mengalihkan pandanganku ke jendela kamar dan menikmati hujan sambil tersenyum , kemudian segera menyantap makananku daripada si Gading ngomel lagi .
Betapa aku mencintai hujan setiap kali dia turun..........( Dinda )
aku selalu disisimu........( Windu )
- end -
-dinar-180711-
note : aku memang sangat mencintai hujan
Senin, 27 Juni 2011
Cinta Hujan 04
"Kamu gak mengikutiku kan?" , tanyanya dan aku yang mendengar itu menoleh dan berniat bertanya apa maksud ucapannya . Tapi saat melihat wajahnya aku sontak terkejut .
"Okeh , kalo liat dari tampang lo , pasti lo gak ngikutin gue kesini!" .
"Kok kamu bisa ada disini?" , tanyaku .
"Loh , ini kan hotel!" , jawabnya membuatku tampak bodoh telah mengajukan pertanyaan itu .Aku mengangguk lalu kembali sibuk dengan ponselku untuk mengalihkan perasaan gugupku karena berada di sampingnya . Begitu pintu lift terbuka aku segera melangkah keluar dan menuju ke taman . Setelah menemukan kursi dengan pemandangan yang indah , aku pun segera duduk dan menenangkan hati .
"Gimana bisa sih dia nginep disini!" , omelku.
"Emang gak boleh gue nginep disini?" , ujarnya tiba-tiba dan aku tersadar dia sudah duduk di sampingku .
"Hah , ehmmm boleh kok , gak ada larangannya kan!" , jawabku dan langsung membuang pandanganku ke arah laut . Hari ini dia tampak tampan sekali . Dengan sweater biru langit dan dan celana jeans putihnya melengkapkan kesempurnaan wajah Takeshi Kaneshiro miliknya . Sedangkan aku yang hanya menggunakan rok batik panjangku dan kaos putih favoritku tampak biasa saja disampingnya .
"Ada acara disini?" , tanyanya .
"Iya liburan ma temen-temen kantor!" , jawabku . Dia pun mengangguk dan ikut memandangi laut yang terhampar di depan kami . Lama kami hanya terdiam , aku menikmati pemandangan yang ada di depanku dan dia...ahhh entah apa yang ada di pikirannya saat itu .
"Aku pergi dulu!" , ujarku sambil bangkit dari kursi itu , dan dengan cepat dia menahan tanganku membuatku mengerutkan kening . Ditariknya tanganku hingga aku terduduk kembali disampingnya .
"Tetaplah disini sebentar saja! Aku sedang mengagumi keindahan di depan kita dan aku tak ingin menikmatinya sendirian!" . Aku hanya terdiam lalu dia menyandarkan kepalanya di bahuku membuatku terkejut .
Selasa, 07 Juni 2011
cinta hujan 03
"Hei Din!' , panggilnya .
"Ya?" , jawabku .
"Gue gak suka liat cewek nangis!Jadi jangan nangis lagi!Dan gue juga gak suka kalo ada yang suka gue karena sikap gue ke orang itu!" , ujarnya kalem tapi membuatku terhenyak . Bagaimana bisa dia sampai berpikir begitu , sedangkan akku sudah berusaha tak memperlihatkan rasa tertarikku padanya sedikit pun . Dia meninggalkanku yang terbengong di depan gerbang sendirian .
"Apa aku kelihatan menyukainya tadi!" , pikirku sambil merenung . Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke ponselku . Nomer baru .
Jgn tnya gmn gw tau no lo!yg pasti buruan tdr dan gk usah mikirin mksd ucpn gw td!-Windu-
Aku langsung tersenyum membacanya , bagaimana bisa aku gak mikirin ucapannya tadi kalau dia mengingatkannya . Aku menghela nafas lalu memeluk bantalku dan memutuskan untuk tidur saja daripada pusing memikirkan hal itu .
Minggu, 05 Juni 2011
cinta hujan 02
Hanya perlu 10 menit untuk sampai disana , dan aku segera membayar taksi dan keluar menuju pantai Kuta di malam hari . Suasana di daerah ini memang sangatlah ramai , dan aku rasa gak pernah ada jam tidur disini , tapi tak apa aku hanya ingin menikmati malah hari di denpasar . Aku menyusuri pantai yang walau pun malam tapi masih banyak yang nongkrong disana . Mencari tempat yang sedikit terang dan duduk di pinggir pantai itu , menikmati deburan ombak , dan hembusan angin yang sedikit menghilangkan penatku selama sebulan ini . Kurang lebih 15 menit aku disana sebelum memutuskan untuk berjalan menyusuri pertokoan di situ . Jarum jam menunjukkan pukul 9 malam lewat 12 menit dan suasana disana malah semakin ramai . Aku sedang melihat-lihat aktivitas malam hari Kuta , saat tiba-tiba seseorang menabrakku .
"Ups, sorry!" ucapnya dan aku pun tersenyum seraya mengangguk . Saat akan beranjak dari sana dia malah memegang tanganku .
"LO gak bisa pergi begitu aja , gue kan udah bilang sorry!" , ujarnya membuatku mengerutkan kening.
"Maaf?Saya masih gak ngerti,bukannya kamu yang nabrak saya!".
"Iya memang , tapi kan gue udah bilang maaf tadi , terus kenapa lo gak menjawab permintaan maaf gue?".
"Hemm....saya maafin , sekarang tolong lepasin tangan saya!".
"Udah terlamabat , lo harus nemenin gue minum dulu!" , lalu dia menarikku ke sebuah club yang ada disitu .
"Hei, apa kamu gak liat saya mengenakan apa?" , protesku . Tapi dia tetap menarikku masuk ke dalam club dan membawaku ke sebuah meja yang sepertinya telah dipesannya bersama teman-temannya .
"Wietz...dapet juga lo!" , ucap salah satu temannya .
"Iya nih , gue udah bawa cewek jadi gue gak kalah taruhan ya!" , ucapnya sambil merangkulku .
"OKEH CUKUP!!" , bentakku yang malah membuat mereka tertawa , dan aku pun segera berbalik hendak keluar saat cowok itu memegang tanganku lagi . Tapi tiba-tiba...
"Lepasin dia!" , ujar seseorang yang membuatku menoleh dan terkejut melihatnya .
"Lepasin dia Ken!Sudah cukup kalian main-main!" . Cowok yang bernama Ken itu melepaskan pegangan tangannya padaku dan aku segera berlari keluar dari club . Diluar aku bergegas menjauh dari tempat itu saat tiba-tiba seseorang mencekal tanganku lagi . Ya ampunnnn orang-orang hobi banget megang tanganku....gumamku .
"Gue anter lo pulang!" , ucapnya membuatku menoleh dan melihat dia lagi , cowok di pesawat itu .
"Jangan pernah jalan sendirian malam hari, bahaya buat cewek!" , lalu dia menarikku ke mobil Humvee putih miliknya yang masih teringat dipikiranku itu .
"Lo mau liat kota ini di malam hari?" tanyanya .
"Iya!" , jawabku .
"Okeh gue antar lo berkeliling kota!" .
Aku masih mengingat sosoknya yang tak banyak bicara itu , terkadang sepertinya dia sangat galak dan ketus , tapi aku merasa sebenarnya dia adalah orang yang sangat ramah . Aku hanya tersenyum lalu membuang pandanganku ke depan dan menikmati jalanan di kota itu pada malam hari .
Sabtu, 04 Juni 2011
Cinta Hujan 01
"Pake aja!" , ucapnya tegas , dan aku pun berterima kasih dan mengambilnya .
"Aku akan ganti sapu tanganmu nanti , boleh minta alamatmu?Biar aku bisa mengirimkannya" .
"Gak perlu , lo pake aja !Gue masih banyak sapu tangan , aku cuma gak suka ngeliat orang nangis!" , ujarnya tegas . Aku tersenyum,lalu sekali lagi aku mengucapkan terima kasih .
Pesawat mendarat di bandara Ngurah Rai-Denpasar , dan aku pun segera turun setelah mengambil tas ranselku .
"Terima kasih sekali lagi Mas , dan selamat tinggal!" , ucapku sambil menepuk bahunya saat aku mendahuluinya di pintu keluar . Aku memasuki taksi dan meninggalkan bandara , dan saat melewati sebuah mobil humvee putih aku melihat pria itu sekali lagi , aku melihatnya dengan seksama dan mengingat wajah Takeshi Kaneshiro miliknya dengan baik . Sebenarnya sejak dia mengulurkan sapu tangannya untukku aku sudah pasti akan selalu mengingatnya , hanya saja karena aku tahu , kami takkan pernah bertemu lagi maka ku tanamkan wajahnya baik-baik di kepalaku . Tubuhnya yang tinggi atletis dan sikapnya yang misterius begitu mengusikku , tapi aku menggelengkan kepala sekali lagi dan menghela nafas , kamu takkan pernah bisa mendapatkan orang seperti itu karena orang-orang terbaik pasti sudah ada yang memiliki . Aku menyandarkan badanku dan menatap jalanan di kota ini . Kota baru yang akan kutinggali sampai waktu yang belum bisa kutentukan . Lalu taksi itu berhenti di sebuah rumah dan aku pun segera turun dan membayarnya .
"Selamat datang di kehidupan barumu Dinda!" , gumamku
Jumat, 03 Juni 2011
lirik I Do - Colbie Calliat
If all relationships were nothing but a waste of time
I never wanted to be anybody's other half
I was happy to say that our love wouldn't last
That was the only way I knew to that you
You make we wanna say
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Yeah, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I can live without it, I can let it go
Ooh, I did, I get myself into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,
Tell me is it only me
Do you feel the same?
You know me well enough to know that I'm not playing games
I promise I won't turn around and I won't let you down
You can trust and never feel it now
Baby there's nothing, there's nothing we can't get through
Colbie Caillat I Do lyrics found on http://www.directlyrics.com/colbie-caillat-i-do-lyrics.html
So can we say
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I won't live without it, I won't let it go
Wooh Can I get myself into
You make we wanna say
Me a family, a house a family
Ooh, can we be a family?
And when I'm old and sit next to you.
And when we remember when we said
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I won't live without it, I won't let it go
Just look at what we got ourselves into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,
ngopy dari http://www.directlyrics.com/colbie-caillat-i-do-lyrics.html
thanks,lagu ini aku sukaaaaaa.....banget...hehehehehe
Love you
Kamis, 02 Juni 2011
surat yang tak pernah sampai
Menikah denganmu…..sempat terlintas dalam benakku ….
Kamu harus tahu…..aku juga menginginkan hal yang sama denganmu ….
Aku sempat melihat bayanganku menjadi pengantinmu itu….
Aku sempat melihat kamu ada di sisiku mengisi hari-hari kita bersama…
Sampai nanti….sampai tua……sampai akhir hayat kita ….
Aku sempat melihatnya…..
Dan kamu tahu betapa sakitnya aku harus menghapusnya dari bayanganku….
Dari harapanku ….
Dari harapan kita….
Dari mimpi kita….
Menghapusnya total karena tak akan pernah ada kesempatan itu …..
Dan hal yang paling menyakitkan lagi bagiku adalah melihatmu tersakiti karena itu…..
Karena melihatku menghapusnya dari mimpi kita……
Maafkan aku….
Aku memang salah….
Aku yang memulai…
Tapi aku hampir tak sanggup mengakhirinya…..
Aku yakin kamu , aku , kita akan memiliki jalan bahagia masing-masing …..
Dan untukmu , itu takkan lama lagi ……
-dinar-300311-
Padang Sambian 7
Padang Sambian , Denpasar ……
Harus kemana lagi aku mencarimu …..
Harus apa lagi yang aku lakukan untuk membuatmu kembali seperti dulu ….
Menemaniku disini …..
Dengan sejuta kata-kata yang mampu membuatku tertawa ….
Harus bagaimana lagi aku mencari kabarmu …..
Harus bagaimana lagi agar aku mendengar suaramu lagi barang sejenak …..
Harus bagaimana lagi ……
Tolong katakan padaku …..
Jangan meninggalkanku seperti ini …..
Karena aku tak sanggup ….
Sungguh-sungguh tak sanggup …..
Aku kangen kamu ……
-dinar-140411-
Padang Sambian 6
Padang Sambian , Denpasar Barat …..
Aku tak mengharap kau memaafkanku ……
Tapi setidaknya berpura-puralah padaku ….
Berpura-puralah bahwa semua baik-baik saja ……
Berpura-puralah kalau kita tak pernah bersama ……
Aku tak sanggup menahan rasa sakit kau acuhkan ……
Aku tak sanggup melihat aku diabaikan …..
Aku tak sanggup …..
Aku hanya ingin kita kembali seperti dahulu apakah sulit….
Seandainya kau tahu isi hatiku ….
Betapa melihatmu bersedih karena diriku sendiri …..
Adalah hal tersakit yang bisa aku rasakan saat ini…..
Aku mencintaimu ….
Sungguh-sungguh mencintaimu ….
Hanya saja …..
Di dunia ini …..
Kita …..takkan pernah bisa bersatu ….
Itulah kenyataan pahit yang harus kita hadapi …..
Tapi jangan pernah …. Jangan pernah mengacuhkanku …..
Aku tak sanggup melawan rasa sakitnya …..
Tak sanggup …..
-dinar-050411-
Padang Sambian 5
Padang Sambian , Denpasar …..
Untukmu yang telah berani menyayangiku sepenuh hati dan apa adanya…..
Untukmu yang telah berani sedikit berharap merangkai masa depan bersamaku …..
Walau kita tahu jurang yang memisahkan begitu besar dan dalam ……
Terima kasih untuk keberanianmu itu…..
Aku takkan pernah lupa……
Takkan pernah…..
Yang aku harap sekarang hanyalah kebahagiaanmu….
Dan aku yakin dia akan datang tak lama lagi….
Bersabarlah sebentar …..
Maka dia akan datang….
Ingat kamu gak pernah sendirian….sahabatku………
-dinar-280311-
Padang Sambian 4
Padang Sambian , Denpasar …….
Patah hati lagi Dinar???
Apa bedanya ma yang sebelum-sebelumnya?
Gak ada kan ?
Rasanya masih tetap sama seperti itu …
Sakitnya masih tetap sama seperti itu …..
Hampanya juga masih sama seperti itu…..
Tak pernah berubah….
Jadi apa yang kamu takutkan ?
Apa yang kamu sedihkan ?
Kebahagiaanmu yang sebenarnya masih tetap setia menantimu disana ……
Walau kamu berpaling darinya…
Tapi dia tetap menunggumu dengan sabar disana …….
Kamu hanya tinggal menikmati hari-hari ini lagi ……
Dan tersenyumlah bersamanya….
-dinar-280311-
Padang Sambian 3
Padang Sambian , Denpasar Barat ……
Aku menemukan kalian di setiap aku mengalihkan pandanganku ……
Hingga aku tak dapat berpaling lagi ….
Aku merindukan kalian dengan sangat …..
Dan aku tak tahu apa lagi yang harus aku perbuat ……
Aku hanya mampu bertahan ……
Walau dalam kesendirian …..
-dinar-220311-
Padang Sambian 2
Padang Sambian……
Kehilangan memang menyakitkan…
Dan sepertinya aku harus terbiasa dengan rasa sakit itu…..
Aku tahu aku tak pantas untuk mengeluh…
Karena inilah jalan yang aku pilih…
Tapi mengapa…..mengapa selalu saja ada pertanyaan itu…
Aku tak pernah tahu jawabnya….
Hari ini aku menangis…
Baru kali ini selama aku di sini air mataku mengalir keluar membasahi pipi…..
Baru kali ini aku tak menahan diri…
Aku hanya ingin menangis….
Aku melihat buku perahu kertas…..mengingat mereka…
Melihat mug this is us……mengingat mereka juga….
Melihat buku laila majnun….mengingat mereka lagi….
Melihat coretan-coretan mereka…..mengingat saat bertemu mereka terakhir kali
Sebelum aku berangkat kemari…..
Aku merindukan mereka….
Bawalah rinduku ini……
Dan sampaikan pada mereka
Betapa aku menyayangi mereka…..
-dinar-170311-
Padang Sambian 1
Padang Sambian , Denpasar Barat….
Hari ini cerah…..
Entahlah….apakah secerah hatiku….atau hanya….secerah ragaku….
Masih bertempur dengan aQ…..
Entah sampai kapan…..aku tak tahu pasti…..
Tapi dejavu yang kualami…sangat sulit untuk diabaikan….
Atau mungkin hanya aku yang mencoba menghibur diriku sendiri….
Agar tetap bertahan di tanah baru ini….
Aku hanya takut akan kelelahan saja……
Walau aku tahu sejauh mana batasku….
Aku hanya takut merasa kesepian saja……
Semoga tidak….
-dinar-150311-
6000 detikku
Padang Sambian ……..
Tak pernah ku bayangkan dari percakapan selama 6000 detik ….
Kita bisa meraih semuanya …..
Mimpi dan cinta bercampur disana ………
Selama 6000 detik itu ….
Aku menemukan sosokmu ….
Seseorang yang tak pernah aku kira akan mengisi hatiku ….
Entah sampai kapan …..
Aku tahu perjalanan kita sudah sampai diujung jalan ….
Tapi cintaku untukmu masih belum menemukan ujungnya ……..
Entah kapan …..
Aku …..sungguh-sungguh kehilangan 6000 detik yang berharga itu ….
Aku merindukan obrolan kita selama 6000 detik itu ….
Aku benar-benar merindukannya …….
Tapi aku sudah tak sampai hati mengusikmu lagi …..
Karena aku tahu disana kamu pun mungkin merasakan hal yang sama …..
Bahkan mungkin lebih terasa menyakitkan dari pada apa yang aku rasa …..
Karena aku …..yang salah …….
Maafkan aku Inyo…….
Aku membuatmu terluka lagi ….
Disaat kamu baru saja mengobati lukamu sendiri ….
Maafkan aku ……
6000 detikku kini sendiri ….
Tanpa kamu lagi ….
Dan semua pun sepi ……
-dinar-110411-
Selasa, 31 Mei 2011
setelah sekian lama......
di perjalanan blog ini lagi....
setelah sekian lama sempat tidur terlelap dan banyak sekali mengisi blog yang lain...
aku merindukan ceritaku tentang dunia...
aku merindukan keluh kesahku pada dunia....
tapi kali ini aku sudah tak pantas untuk tampak lemah...
karena aku harus kuat...HARUS....
untuk orang-orang yang mendukungku...
untuk mereka yang selalu ada di hidupku...
dan terutama untuk yang selalu menyayangiku...
aku tak pantas lemah...
karena cinta mereka menguatkanku.....
semoga kali ini...
blog ini tak terlalu mellow seperti biasanya...
hehehehehe
-dinar-310511-