Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

Orang Terakhir 4

Denpasar , 15 September 2011


"Ini...." , aku terpaku akan pemandangan di depanku . Senja membawaku ke sebuah atap bangunan tua di dekat kampus .
"Aku sering kemari kalau lagi sedih , atau ingin melarikan diri dari banyak hal!" , ucapnya .
Pemandangan senja hari ini tampak indah dimataku . Gradasi warna di langit sana tampak seperti bentangan kain panjang yang tak ada habisnya . Indah dan tak terbatas . Senja menepuk pundakku dan menunjukkan sebuah bangku kursi panjang yang ada disitu . Aku dan dia lalu bersama-sama menuju kursi itu dan duduk bersisian . Tak banyak yang kami bicarakan , kami malah asyik memandangi langit senja dari situ .
"hei , itu awannya kayak bunga ya!" , serunya tiba-tiba . Aku memandang awan yang ditunjuknya dan tersenyum .
"Yang itu malah kayak rumah!" , tunjukku balik .
"weee.....rumah darimana!" .
"Jeeeee.....itu ada segitiga atapnya terus kotak gitu!" .
"Ah...daya khayalmu berlebihan!" .
Kami lalu berdebat tentang banyak bentuk awan yang kami tunjuk , Senja sering kali membantah semua hal yang kukatakan mirip awan yang kutunjuk . Hingga tak terasa , awan-awan itu tampak menggelap dan tampak bertabur bingtang .
"Kamu kalah , awan yang barusan memang mirip ice cream tauk!" , ucapku sewot yang lalu membuatnya tertawa . Aku mendelik kesal padanya .
"Aku lebih baik melihatmu seperti ini daripada kamu murung kayak tadi!" , kata-katanya barusan membuatku teringat akan hasil pemeriksaan Andre tadi siang dan entah apa yang merasuki pikiranku namun tiba-tiba saja aku sudah menumpahkan semua yang ada dipikiranku , semuanya . Tentang Satria , tentang sakitku . Ya sakitku .



Senja mentapku tak percaya lalu segera menarikku pergi dari situ .
"Mau kemana lagi?" , tanyaku panik karena wajah datarnya itu .
"Ke rumah sakit!Kita coba opsi dokter yang lain!" , jawabnya .
"Gak perlu...gak perlu..." , teriakku .
"Udaaaahhhhh...ikut aja!" .
Senja terus menarikku dan menaikkanku ke motornya lalu membawaku pergi .

Jumat, 09 September 2011

Orang Terakhir 03

Denpasar , 09 September 2011


Senja menurunkanku tepat di depan Satria yang langsung terkejut melihat bagaimana cara Senja membawaku . Aku tersenyum masam pada Satria .
"Hei!" , sapanya .
"Hei!" , balasku canggung .
"Lama gak ngeliat kamu!" , ucap Satria membuatku mengangguk pelan . Bagaimana aku bisa melihatmu kalau tiap kali melihatmu yang ada hanya rasa sakit hati , batinku .
'Haiiiissss...apa ini!" , ucap Senja membuatku terkejut . Aku memandanginya yang membuka dompet dan mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dan mengulurkannya pada Satria .
"Nih , aku bayar utangnya dia ke kamu!" , aku melongo mendengar kata-kata Senja itu . Dia memang benar-benar gila!
"Ikut aku!" , aku memegang tangannya dan menariknya berlalu dari hadapan Satria .
"Bye Sat!" , pamitku .
Senja bingung tapi tetap mengikutiku . Setibanya diparkiran kampus aku menatapnya tajam .
"Gak usah ikut campur masalahku lagi!!!!!" , bentakku .
"Aku gak butuh bantuanmu!" .
"Lho , aku cuma mau berbaik hati , habisnya kamu selalu menghindar tiap kali ngeliat dia , apalagi kalau bukan kamu punya utang ke dia?' ,ucapnya dengan tampang polos .
"Kamu gila ya?" , aku keheranan mendengar pembelaannya , bisa-bisanya dia mengira aku memiliki hutang pada Satria , aku menggeleng putus asa .
"Thanks buat perhatianmu , tapi aku gak punya utang apa pun ke Satria , jadi jangan salah menilai lagi!" , aku lalu memutuskan untuk pergi dan berlalu dari hadapannya , pulang ke kos akan sangat mendamaikan hati . Pulang ke tempat bahagiaku .


"Hai!" , sapanya di pelataran kampus , membuatku langsung membuang muka dan mempercepat jalanku menghindar darinya. Hari ini aku lagi tak ingin menghadapi hal lainnya . Kata-kata Andre beberapa jam yang lalu membuatku melangkah gontai dalam perjalanan pulang .
"Hei!"" , dia mencekal lenganku menghentikan langkahku .
"Apa sih!" , ujarku ketus .
"Ikut aku!" , dia lalu menarikku dari situ .
"Eh...." .




-bersambung-

Selasa, 23 Agustus 2011

Orang Terakhir 2

Denpasar , 23 Agustus 2011


Sudah seminggu ini aku menghindari Satria , kami seperti bermain petak umpet . Tiap kali dia melihatku , aku langsung meghilang sebelum dia sempat mengejarku . Telepon darinya tak pernah kuangkat , sms-nya pun hanya kubalas dengan kata sibuk . Sebenarnya aku sangat tak menyukai hal ini , kekanakan sekali , tapi aku memang benar-benar tidak sanggup menemuinya sementara ini .
Aku berlari kecil menyususri koridor kampus saat ini , dibelakangku Satria mengejarku sambil memanggil namaku . Tiba-tiba seseorang menarik tanganku masuk ke kelas kosong sambil membekap mulutku saat aku akan berteriak .
"Ssssstttt....kamu mau sembunyi dari dia kan?" , tanyanya dan saat itulah aku baru melihatnya . Senja . Aku mengangguk menjawab pertanyaannya . Dia lalu melepaskan bekapannya dari mulutku . Satria berlari melewati ruangan itu dan aku langsung menghela nafas melihatnya .
"Seru banget kalian , aku boleh ikut main gak?" , tanyanya membuatku mendelik kesal . Senja , ya Senja...siapa yang tidak tahu dia . Berandalan kampus yang banyak membuat onar karena kenakalannya dan banyak membuat cewek-cewek gila karena ketampananya .
"Gak usah ikut campur!" , jawabku ketus dan aku segera berjalan keluar dari kelas itu , pulang .

**


"Sembunyi lagi?" , tanya seseorang yang membuatku terjungkal dari jongkokku karena terkejut . Aku tak menyadari seseorang yang ikut jongkok disampingku . Kulihat Senja disana tersenyum jahil padaku . Bagaimana bisa dia ada disini , pikirku . Aku segera bangkit setelah Satria tak tampak lagi dari pandanganku .
"Kenapa mesti sembunyi sih?Kamu ada utang ya ke dia?" . Aku mendelik kesal padanya dan bergegas berlalu dari hadapannya , tapi dia malah mencekalku .
"Eh , mau ngapain kamu?" , aku menatapnya tajam saat itu .
"Bantuin kamu,bayar utang ke dia!" , lalu ditariknya aku kearah dimana aku terakhit melihat Satria tadi . Aku berontak tapi tak sanggup melepaskan cekalan tangannya di tanganku .
"Lepasin!Lepasin!Lepasin!!" , teriakku .
"Udah tenang aja!" , aku semakin panik mendengar jawabannya itu dan semakin keras memberontak . Tiba-tiba dia berbalik menatapku dan aku pun terkejut melihatnya , lalu tanpa kusangka-sangka dia meraih dan membopongku segera . Aku shock hingga tak tahu harus berkata apa . Tapi begitu tersadar....
"Senjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......................" .



dinar-030911-

-bersambung-







Senin, 22 Agustus 2011

Orang Terakhir 1

Denpasar , 22 Agustus 2011



Pernah merasa sangat kesepian di dunia ini? Pernah merasa ditempat yang sangat ramai tapi sama sekali sunyi? Pasti pernah , aku yakin itu . Karena aku juga pernah merasakan dan mengalaminya selama hidupku ini .

"Rena!" , panggil Satria yang langsung mengambil tempat duduk di depanku . Aku tersadar dari lamunanku dan tersenyum padanya .
"Apa?" , tanyaku padanya yang tampak menyembunyikan sesuatu yang membuatnya bahagia .
"Tebak dong!" . aku mengerutkan kening sejenak , pura-pura berpikir . Sejujurnya aku sudah tahu apa yang membuatnya tampak bahagia seperti itu , tapi kalau aku menebaknya dengan benar , aku takkan bisa menunjukkan ekspresi terkejut yang sudah dua hari ini aku persiapkan .
"Gak tau aku Sat!" , ucapku sambil menggeleng , dan ketidak tahuanku menambah lebar senyumnya .
"Aku......jadian....ma Keke...." , ucapnya sambil menekan tiap kata itu , dan seperti yang sudah aku persiapkan , aku pun langsung memasang muka ' OMG MASAK SIH ' , yang sudah kupersiapkan dari kemarin . Satria meraih tanganku dan menggenggamnya erat sambil mengatakan terima kasih berulang kali .
"Ya...ya...lalu buat apa terima kasih itu?Aku gak membantu kamu sama sekali!" , senyumku .
"Gak bantu gimana , kamu udah banyak banget bantu aku tau Ren!" , binar mata itu membuatku melupakan laraku . Ya , aku memang mencintai sahabatku yang satu ini , sahabatku dari awal masuk kuliah , sahabat seperjuanganku dari saat ospek . Keke muncul di belakang Satria dan menepuk pundaknya halus sambil tersenyum padaku . Aku membalas senyumnya .
"Liat nih , sahabatku jadi gila gini gara-gara kamu!" , omelku .
"Enak aja!" , Satria langsung melepaskan genggaman tangannya dan berdiri disamping Keke . Ada rasa tak rela saat itu , tapi segera kutepis dan menatap mereka berdua sambil tersenyum selebar mungkin .
"Jagain satria Ke , kali ini kamu yang ketiban sial , aku mau pensiun dulu!" , ucapku yang membuat Keke tertawa kecil sambil mengangguk . Melihat tawanya tadi , aku jadi bisa mengerti mengapa Satria sangat tergila-gila padanya . Aku meraih tasku dan berdiri .
"Mau kemana Ren?Kita mau traktir kamu lho!" , Satria menatapku memohon .
"Pulang ke kos tauk , aku ada tugas dari Pak Heri , deadline besok!Udah kalian aja yang makan sana!" .
"Ntar kalo aku ada waktu baru kutagih traktirannya!" , Satria berdecak dan melotot padaku .
"Dasar perhitungan gak mau rugi!" , celetuknya sinis membuatku menjulurkan lidahku mengejeknya .
"Ke , aku balik ya!Kalo dia kambuh , buang aja ke sumur!" , pamitku pada Keke dan segera berlalu dari hadapan mereka . Kalau aku berada disana 5 menit lagi , aku pasti sudah tak sanggup bersandiwara dengan sangat baik . Kali ini aku merasa bersyukur mendapat tugas dari Pak Heri dosenku karena tugas itu mampu menyelamatkanku dari pasangan kekasih yang paling membuatku sakit hati di dunia ini .

Aku melemparkan tasku sembarangan begitu memasuki kamarku dan begitu menutup pintu , airmataku pun langsung tumpah tanpa bisa kutahan lagi . Aku menangis sejadi-jadinya dan semua kenangan kami berdua berputar di kepalaku . Aku harus menghapusnya , aku harus mengikhlaskannya , karena aku hanya ingin sahabatku bahagia . Aku hanya ingin orang yang kucintai bahagia .
Tuhan , kalau memang ini jalanku , maka mudahkanlah aku melupakannya , doaku saat itu







- bersambung -


-dinar-220811-