Senin, 22 Agustus 2011

Orang Terakhir 1

Denpasar , 22 Agustus 2011



Pernah merasa sangat kesepian di dunia ini? Pernah merasa ditempat yang sangat ramai tapi sama sekali sunyi? Pasti pernah , aku yakin itu . Karena aku juga pernah merasakan dan mengalaminya selama hidupku ini .

"Rena!" , panggil Satria yang langsung mengambil tempat duduk di depanku . Aku tersadar dari lamunanku dan tersenyum padanya .
"Apa?" , tanyaku padanya yang tampak menyembunyikan sesuatu yang membuatnya bahagia .
"Tebak dong!" . aku mengerutkan kening sejenak , pura-pura berpikir . Sejujurnya aku sudah tahu apa yang membuatnya tampak bahagia seperti itu , tapi kalau aku menebaknya dengan benar , aku takkan bisa menunjukkan ekspresi terkejut yang sudah dua hari ini aku persiapkan .
"Gak tau aku Sat!" , ucapku sambil menggeleng , dan ketidak tahuanku menambah lebar senyumnya .
"Aku......jadian....ma Keke...." , ucapnya sambil menekan tiap kata itu , dan seperti yang sudah aku persiapkan , aku pun langsung memasang muka ' OMG MASAK SIH ' , yang sudah kupersiapkan dari kemarin . Satria meraih tanganku dan menggenggamnya erat sambil mengatakan terima kasih berulang kali .
"Ya...ya...lalu buat apa terima kasih itu?Aku gak membantu kamu sama sekali!" , senyumku .
"Gak bantu gimana , kamu udah banyak banget bantu aku tau Ren!" , binar mata itu membuatku melupakan laraku . Ya , aku memang mencintai sahabatku yang satu ini , sahabatku dari awal masuk kuliah , sahabat seperjuanganku dari saat ospek . Keke muncul di belakang Satria dan menepuk pundaknya halus sambil tersenyum padaku . Aku membalas senyumnya .
"Liat nih , sahabatku jadi gila gini gara-gara kamu!" , omelku .
"Enak aja!" , Satria langsung melepaskan genggaman tangannya dan berdiri disamping Keke . Ada rasa tak rela saat itu , tapi segera kutepis dan menatap mereka berdua sambil tersenyum selebar mungkin .
"Jagain satria Ke , kali ini kamu yang ketiban sial , aku mau pensiun dulu!" , ucapku yang membuat Keke tertawa kecil sambil mengangguk . Melihat tawanya tadi , aku jadi bisa mengerti mengapa Satria sangat tergila-gila padanya . Aku meraih tasku dan berdiri .
"Mau kemana Ren?Kita mau traktir kamu lho!" , Satria menatapku memohon .
"Pulang ke kos tauk , aku ada tugas dari Pak Heri , deadline besok!Udah kalian aja yang makan sana!" .
"Ntar kalo aku ada waktu baru kutagih traktirannya!" , Satria berdecak dan melotot padaku .
"Dasar perhitungan gak mau rugi!" , celetuknya sinis membuatku menjulurkan lidahku mengejeknya .
"Ke , aku balik ya!Kalo dia kambuh , buang aja ke sumur!" , pamitku pada Keke dan segera berlalu dari hadapan mereka . Kalau aku berada disana 5 menit lagi , aku pasti sudah tak sanggup bersandiwara dengan sangat baik . Kali ini aku merasa bersyukur mendapat tugas dari Pak Heri dosenku karena tugas itu mampu menyelamatkanku dari pasangan kekasih yang paling membuatku sakit hati di dunia ini .

Aku melemparkan tasku sembarangan begitu memasuki kamarku dan begitu menutup pintu , airmataku pun langsung tumpah tanpa bisa kutahan lagi . Aku menangis sejadi-jadinya dan semua kenangan kami berdua berputar di kepalaku . Aku harus menghapusnya , aku harus mengikhlaskannya , karena aku hanya ingin sahabatku bahagia . Aku hanya ingin orang yang kucintai bahagia .
Tuhan , kalau memang ini jalanku , maka mudahkanlah aku melupakannya , doaku saat itu







- bersambung -


-dinar-220811-

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar