Jumat, 09 September 2011

Orang Terakhir 03

Denpasar , 09 September 2011


Senja menurunkanku tepat di depan Satria yang langsung terkejut melihat bagaimana cara Senja membawaku . Aku tersenyum masam pada Satria .
"Hei!" , sapanya .
"Hei!" , balasku canggung .
"Lama gak ngeliat kamu!" , ucap Satria membuatku mengangguk pelan . Bagaimana aku bisa melihatmu kalau tiap kali melihatmu yang ada hanya rasa sakit hati , batinku .
'Haiiiissss...apa ini!" , ucap Senja membuatku terkejut . Aku memandanginya yang membuka dompet dan mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan dan mengulurkannya pada Satria .
"Nih , aku bayar utangnya dia ke kamu!" , aku melongo mendengar kata-kata Senja itu . Dia memang benar-benar gila!
"Ikut aku!" , aku memegang tangannya dan menariknya berlalu dari hadapan Satria .
"Bye Sat!" , pamitku .
Senja bingung tapi tetap mengikutiku . Setibanya diparkiran kampus aku menatapnya tajam .
"Gak usah ikut campur masalahku lagi!!!!!" , bentakku .
"Aku gak butuh bantuanmu!" .
"Lho , aku cuma mau berbaik hati , habisnya kamu selalu menghindar tiap kali ngeliat dia , apalagi kalau bukan kamu punya utang ke dia?' ,ucapnya dengan tampang polos .
"Kamu gila ya?" , aku keheranan mendengar pembelaannya , bisa-bisanya dia mengira aku memiliki hutang pada Satria , aku menggeleng putus asa .
"Thanks buat perhatianmu , tapi aku gak punya utang apa pun ke Satria , jadi jangan salah menilai lagi!" , aku lalu memutuskan untuk pergi dan berlalu dari hadapannya , pulang ke kos akan sangat mendamaikan hati . Pulang ke tempat bahagiaku .


"Hai!" , sapanya di pelataran kampus , membuatku langsung membuang muka dan mempercepat jalanku menghindar darinya. Hari ini aku lagi tak ingin menghadapi hal lainnya . Kata-kata Andre beberapa jam yang lalu membuatku melangkah gontai dalam perjalanan pulang .
"Hei!"" , dia mencekal lenganku menghentikan langkahku .
"Apa sih!" , ujarku ketus .
"Ikut aku!" , dia lalu menarikku dari situ .
"Eh...." .




-bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar