Selasa, 20 September 2011

Orang Terakhir 5

Denpasar , 20 September 2011



Sudah seminggu aku berada dirumah sakit dan Senja selalu menjengukku . Semenjak aku diantarnya ke rumah sakit yang berujung dengan disuruh opname lusanya , Senja tak sedikit pun tak menemaniku . Seperti malam ini , dia sudah berada disamping tempat tidurku . Ada yang harus kukatakan saat ini , kalau tidak entah kapan aku bisa mengatakannya .
"Kamu gak apa-apa?" , tanyanya saat aku terbatuk cukup keras . Aku menggeleng dan tertawa lirih .
"Kamu gak cocok pasang tampang cemas kayak gitu!" , ucapku yang membuatnya menjitak keningku halus . Aku lalu meraih tangannya dan menggenggamnya membuatnya tampak salang tingkah .
"Kamu juga gak pantas salting kayak gini!" , godaku .
"Aku mau ngucapin terima kasih padamu karena menemaniku selama ini!" .
"Karena membawaku ke tempat terindah itu untuk melihat senja dan Senja....." , aku menghela nafas berat .
"Ren , jangan ngomong dulu deh , tampangmu tambah pucat dan jadi jelek , bikin aku males liatnya!" , Senja mencegahku melanjutkan bicaraku .
"Aku gak apa-apa kok!" , ujarku .
"Gak , kamu gak oke!" , bantahnya .
"Aku harus ngomong Sen!Aku harus bilang terimakasih , karena kamu udah bikin aku gak ngerasa jadi orang terakhir!" .
"Orang terakhir?" , tanyanya bingung .
"Orang terakhir adalah orang yang diingat saat kamu sedih atau susah saja , tapi saat kamu bahagia kamu pasti akan melupakannya!Maksudku itu!" , Senja manggut-manggut mendengarkan penjelasanku .
"aku sering merasakan itu tapi karenamu aku sudah lupa akn itu!Thanks Senja!Makasih , karena membahagiakanku!" .
"Iya..iya , muka kamu tambah pucat tauk!Udah tidur aja!" , dia menutup mulutku untuk mencegahku bicara lagi . Aku mengangguk pasrah . Setidaknya sudah kukatakan .
"Tidurlah Rena!" , dia mencium tanganku yang menggenggamnya .
"Berbahagialah Senja!" , ucapku lirih sambil tersenyum lalu menutup mata .

------------

Mimpiku sudah sampai pada batasnya . Mimpi akan lorong putih itu yang sering datang belakangan ini . Aku sudah menemukan ujungnya , sebuah padang rumput hijau yang luas dan indah . Seorang wanita yang tampak cantik dan lembut menyambutku . Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya padaku .
"Selamat datang!" , sapanya dan aku mengangguk lalu mengikuti tuntunannya .

---------


Senja tersenyum pada Rena yang tampak tertidur pulas sambil tersenyum , sebutir airmata mengalir di pipinya .
"Tidurlah Ren!Mimpi yang indah!Berbahagialah disana!Kamu gak akan pernah jadi orang terakhir bagiku!" .
Dirapikannya tempat tidur Rena , ditangkupkannya kedua tangan Rena diatas perutnya , dirapikannya rambut Rena yang tampak sedikit berantakan . LAlu perlahan dia membungkuk dan mencium pipi Rena lembut . Senja melihat Satria dan Keke yang berdiri di pintu kamar lalu tersenyum pada mereka .
"Rena udah tidur pulas!Moga mimpinya indah , dan moga dia tahu bahwa dia gak pernah jadi orang terakhir seperti yang selalu dia rasakan selama ini!" , ucap Senja . Satria tampak terpukul sedangkan Keke sudah menangis sesenggukan sambil berjalan menghampiri tempat tidur .











-dinar-200911-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar