Bagaimana bisa? Pertanyaan itu yang pertama kali terlintas di pikiranku saat aku bertemu dengan Windu di hotel tempat aku dan teman-teman menginap . Hari ini kami dan orang-orang dari kantor pusat berlibur di kawasan wisata di Uluwatu . Setidaknya kami memang memerlukan refreshing setelah bekerja semingguan ini . Aku menyusuri lorong hotel dan berencana berjalan-jalan di taman hotel . Setelah menunggu beberapa menit , pintu lift pun terbuka dan aku segera melangkah masuk. Aku masih sibuk dengan membalas pesan di ponselku saat orang di sampingku menegurku .
"Kamu gak mengikutiku kan?" , tanyanya dan aku yang mendengar itu menoleh dan berniat bertanya apa maksud ucapannya . Tapi saat melihat wajahnya aku sontak terkejut .
"Okeh , kalo liat dari tampang lo , pasti lo gak ngikutin gue kesini!" .
"Kok kamu bisa ada disini?" , tanyaku .
"Loh , ini kan hotel!" , jawabnya membuatku tampak bodoh telah mengajukan pertanyaan itu .Aku mengangguk lalu kembali sibuk dengan ponselku untuk mengalihkan perasaan gugupku karena berada di sampingnya . Begitu pintu lift terbuka aku segera melangkah keluar dan menuju ke taman . Setelah menemukan kursi dengan pemandangan yang indah , aku pun segera duduk dan menenangkan hati .
"Gimana bisa sih dia nginep disini!" , omelku.
"Emang gak boleh gue nginep disini?" , ujarnya tiba-tiba dan aku tersadar dia sudah duduk di sampingku .
"Hah , ehmmm boleh kok , gak ada larangannya kan!" , jawabku dan langsung membuang pandanganku ke arah laut . Hari ini dia tampak tampan sekali . Dengan sweater biru langit dan dan celana jeans putihnya melengkapkan kesempurnaan wajah Takeshi Kaneshiro miliknya . Sedangkan aku yang hanya menggunakan rok batik panjangku dan kaos putih favoritku tampak biasa saja disampingnya .
"Ada acara disini?" , tanyanya .
"Iya liburan ma temen-temen kantor!" , jawabku . Dia pun mengangguk dan ikut memandangi laut yang terhampar di depan kami . Lama kami hanya terdiam , aku menikmati pemandangan yang ada di depanku dan dia...ahhh entah apa yang ada di pikirannya saat itu .
"Aku pergi dulu!" , ujarku sambil bangkit dari kursi itu , dan dengan cepat dia menahan tanganku membuatku mengerutkan kening . Ditariknya tanganku hingga aku terduduk kembali disampingnya .
"Tetaplah disini sebentar saja! Aku sedang mengagumi keindahan di depan kita dan aku tak ingin menikmatinya sendirian!" . Aku hanya terdiam lalu dia menyandarkan kepalanya di bahuku membuatku terkejut .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar