Minggu, 05 Juni 2011

cinta hujan 02

Sudah sebulan aku berada di kota ini , waktu berjalan begitu cepat bagiku , dan aku juga sangat sibuk mengurus kantor cabang yang baru saja buka ini . Hari ini aku memutuskan untuk keluar rumah , berjalan-jalan sejenak di kota ini karena saking sibuknya aku sama sekali belum menikmati suasana baru di kota ini . Taksi yang kupesan sudah menunggu di depan rumah yang sekaligus adalah kantor , setelah berpamitan dengan orang rumah , Pak Ray , Joni , Angel , dan Kevin aku pun segera memasuki taksi dan memintanya mengantarku ke pantai Kuta .
Hanya perlu 10 menit untuk sampai disana , dan aku segera membayar taksi dan keluar menuju pantai Kuta di malam hari . Suasana di daerah ini memang sangatlah ramai , dan aku rasa gak pernah ada jam tidur disini , tapi tak apa aku hanya ingin menikmati malah hari di denpasar . Aku menyusuri pantai yang walau pun malam tapi masih banyak yang nongkrong disana . Mencari tempat yang sedikit terang dan duduk di pinggir pantai itu , menikmati deburan ombak , dan hembusan angin yang sedikit menghilangkan penatku selama sebulan ini . Kurang lebih 15 menit aku disana sebelum memutuskan untuk berjalan menyusuri pertokoan di situ . Jarum jam menunjukkan pukul 9 malam lewat 12 menit dan suasana disana malah semakin ramai . Aku sedang melihat-lihat aktivitas malam hari Kuta , saat tiba-tiba seseorang menabrakku .
"Ups, sorry!" ucapnya dan aku pun tersenyum seraya mengangguk . Saat akan beranjak dari sana dia malah memegang tanganku .
"LO gak bisa pergi begitu aja , gue kan udah bilang sorry!" , ujarnya membuatku mengerutkan kening.
"Maaf?Saya masih gak ngerti,bukannya kamu yang nabrak saya!".
"Iya memang , tapi kan gue udah bilang maaf tadi , terus kenapa lo gak menjawab permintaan maaf gue?".
"Hemm....saya maafin , sekarang tolong lepasin tangan saya!".
"Udah terlamabat , lo harus nemenin gue minum dulu!" , lalu dia menarikku ke sebuah club yang ada disitu .
"Hei, apa kamu gak liat saya mengenakan apa?" , protesku . Tapi dia tetap menarikku masuk ke dalam club dan membawaku ke sebuah meja yang sepertinya telah dipesannya bersama teman-temannya .
"Wietz...dapet juga lo!" , ucap salah satu temannya .
"Iya nih , gue udah bawa cewek jadi gue gak kalah taruhan ya!" , ucapnya sambil merangkulku .
"OKEH CUKUP!!" , bentakku yang malah membuat mereka tertawa , dan aku pun segera berbalik hendak keluar saat cowok itu memegang tanganku lagi . Tapi tiba-tiba...
"Lepasin dia!" , ujar seseorang yang membuatku menoleh dan terkejut melihatnya .
"Lepasin dia Ken!Sudah cukup kalian main-main!" . Cowok yang bernama Ken itu melepaskan pegangan tangannya padaku dan aku segera berlari keluar dari club . Diluar aku bergegas menjauh dari tempat itu saat tiba-tiba seseorang mencekal tanganku lagi . Ya ampunnnn orang-orang hobi banget megang tanganku....gumamku .
"Gue anter lo pulang!" , ucapnya membuatku menoleh dan melihat dia lagi , cowok di pesawat itu .
"Jangan pernah jalan sendirian malam hari, bahaya buat cewek!" , lalu dia menarikku ke mobil Humvee putih miliknya yang masih teringat dipikiranku itu .
"Lo mau liat kota ini di malam hari?" tanyanya .
"Iya!" , jawabku .
"Okeh gue antar lo berkeliling kota!" .
Aku masih mengingat sosoknya yang tak banyak bicara itu , terkadang sepertinya dia sangat galak dan ketus , tapi aku merasa sebenarnya dia adalah orang yang sangat ramah . Aku hanya tersenyum lalu membuang pandanganku ke depan dan menikmati jalanan di kota itu pada malam hari .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar