Senin, 18 Juli 2011

Cinta Hujan 05 -akhir-

"Lo tau kenapa gue bernama Windu?" , tanyanya membuatku mengerutkan kening . Dia mengangkat kepalanya dari bahuku dan menatapku tajam .
"Karena cuma rentang waktu satu windu gue bisa menemui lo lagi!" .
"Hah?" , aku semakin bingung mendengar kata-katanya .
"Karena gue adalah Windu Satria sang pangeran hujan!" .
"Kita ketemu waktu lo masih kecil!Waktu gue ditugasin pertama kalianya untuk turun ke bumi!" , terangnya tanpa memberiku waktu berpikir .
"Pas gue turun , lo lagi nangis karena jatuh dari sepeda , dan lo gak jadi nangis karena gue turun membasahi bumi!" .
"Gue inget kata-kata lo..."
"Aku cinta hujan..." , sambungku . Aku memang sangat mencintai hujan , karena tak tahu kenapa , saat aku sedang menangis atau bersedih , hujan selalu turun dan seolah-olah menggantikan tangisku .
"Tapi semua ini?" , aku masih tak percaya dengan semuanya .
"Semuanya adalah jalan yang telah aku persiapkan untukmu!Sejak awal , di pesawat , Ken , dan pertemuan kita hari ini!Karena aku ingin bertemu denganmu sekali saja" .
"Semua itu tak nyata , setelah aku pergi , kamu akan melupakanku dan kamu akan kembali ke hidupmu di Malang!" . Aku menggelengkan kepalaku , pening .
Dia menyentuh wajahku lembut , dan tersenyum .
"Setiap satu windu berlalu aku akan melihatmu lebih dekat , tapi aku takkan pernah merekayasa hidupmu lagi , karena aku lebih suka saat kamu tersenyum!Maaf membuatmu jatuh cinta padaku!" , ucapnya sambil mengusap airmataku .
"Aku akan selalu didekatmu!" , ucapnya lirih dan tiba-tiba Windu pecah menjadi butiran-butiran air dan hujan turun dengan derasnya dalam butiran halusnya . Aku menatapnya , merangkaikan semuanya dan masih tak percaya karena dia pergi begitu saja dari hadapanku . Hingga setelah tertegun beberapa saat aku baru tersadar dan aku menghampiri tebing didekat kursi dan memandang lautan luas di depan yang perlahan mengabur . Aku memandang berkeliling dan melihat bangunan hotel ikut memudar dan mulai menangis sambil kembali memandang lautan luas di depan .
"Windu , aku akan selalu cinta hujan!Karena dia adalah kamu!Aku gak akan nangis sering-sering, tapi kamu tetap harus turun sering-sering!Walau aku mungkin gak mengingatmu , tapi kamu harus tetap mengingatku!" , aku berteriak di pinggir tebing dengan laut sebagai saksi dan kemudian aku tak mengingat apa-apa lagi .



"Heh , bengong mulu!" , ujar adikku . Aku tergagap dan mengalihkan pandanganku dari jendela kamar kos miliknya .
"Aku barusan tidur Ding?" , tanyaku bingung .
"Tidur dari hongkong , mata melek gitu!" , ucapnya sambil memberikan lalapan ayam untuk makan siangku . Aku mengalihkan pandangan ke jendela lagi , menikmati hujan yang turun .
"Aku kayak ngerasa ketiduran trus mimpi , tapi gak inget deh mimpi apa!" , gumamku .
"Kamu terlalu banyak ngayal na!Udah makan dulu , ntar keburu si Windu ilang!" .
"Hah?" , tanyaku sambil menatap adikku .
"APA?" , tanya Gading balik .
"Kamu bilang Windu?" .
"Jiaaaaahhhhhh...aku gak ngomongg apa-apa!" , ucap Gading sewot . Aku kebingungan , karena aku merasa mendengarnya bicara tentang seseorang bernama Windu , yang namanya seakan tak asing lagi di telingaku .
"Udahh...makan-makan , tumben susah banget mau makan!" , omel adikku . Aku kembali mengalihkan pandanganku ke jendela kamar dan menikmati hujan sambil tersenyum , kemudian segera menyantap makananku daripada si Gading ngomel lagi .

Betapa aku mencintai hujan setiap kali dia turun..........( Dinda )





aku selalu disisimu........( Windu )


- end -


-dinar-180711-



note : aku memang sangat mencintai hujan